Di era 4.0 ini siapa sih yang tidak tahu media sosial? Media sosial adalah sebuah media daring
yang digunakan untuk memudahkan para penggunanya agar bisa berpartisipasi, berinteraksi,
berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi
oleh ruang dan waktu. Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini memanglah pesat.
Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini dimana media sosial menjadi
kebutuhan pokok masyarakat dalam berkomunikasi dan penyebaran informasi yang banyak
digunakan oleh masyarakat. Siapapun tanpa memandang derajat dan status sosial, dengan
mudah dapat memiliki akun di media sosial.
Hanya dengan bermain media sosial di handphone kita dapat memberi, menerima,
berinteraksi, berbelanja, bekerja, sampai mencari jodoh pun dapat dilakukan disini. Dalam
ber-media sosial tentu saja terdapat aturan dan norma yang ditetapkan, seperti adanya
batasan umur dalam pembuatan akun di media sosial. Akan tetapi, dengan kemudahan yang
ditawarkan seringkali hal ini dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab. Seperti adanya pemanipulasian data, anak dibawah umur yang memiliki
akun di media sosial, oknum yang membuka akun di media sosial dengan tujuan yang tidak
jelas. Hal ini menjadi salah satu faktor kurangnya kualitas seseorang dalam menggunakan
media sosial dan meningkatnya kasus cybercrime seperti, bullying, penipuan, bahkan
pelecehan seksual.
Pelecehan seksual adalah tindakan seksual yang dapat berupa sentuhan fisik maupun non-
fisik yang menargetkan organ seksual atau seksualitas korban. Hal ini dapat terjadi oleh siapa
saja dan dimana saja, bahkan di media sosial sekalipun. Jenis-jenis pelecehan di media sosial
ini beragam, ada yang berupa spamming komentar yang tidak pantas, mengirimkan foto yang
berkaitan dengan privasi tubuh seseorang, menyebarkan informasi pribadi tanpa izin,
pelecehan secara verbal dan masih banyak lagi jenisnya.
Dengan meningkatnya jumlah platform yang ada di media sosial, semakin besar pula
kemungkinan pelecehan seksual yang terjadi. Dikutip dari insertlive.com bahwa pelecehan di
media sosial menimpa anak perempuan dari Aktor Uya Kuya yaitu Cinta Kuya pada Juli 2020
lalu. Putri pertama Uya Kuya ini mengalami pelecehan seksual di media sosial Twitter. Sebuah
akun mengunggah foto Cinta disertakan dengan caption tak senonoh dan tidak pantas
diucapkan untuk anak di bawah umur. Dan pelecehan seksual di dalam media sosial ini juga
dialami oleh mantan personil JKT48 Hasyakyla Utami dalam media Instagram pada Maret
2021 kemarin. Kejadian itu terjadi ketika Hasyakyla hendak melakukan Instagram Live
bersama mantan pelatih dancenya. Namun saat live berlangsung muncul sosok pria misterius
yang langsung memperlihatkan kemaluannya di depan Hasyakyla. Kejadian itu membuatnya
syok dan mengakhiri sesi live Instagram.
Tidak hanya terjadi kepada public figure, masyarakat biasa pun kerap mendapatkan
pelecehan seksual. Padahal pelecehan di media sosial sudah dilindungi oleh Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (1) UU ITE, Pasal 45 ayat (1) UU 19/2016
menyatakan bahwa: “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik
dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama
6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”
Tetapi masih banyak orang yang tidak berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Amat
sangat disayangkan, media sosial yang seharusnya bisa menjadi media hiburan, memperluas
pertemanan ataupun menambah pengetahuan, malah menjadi tempat paling rawan
terjadinya pelecehan seksual. Saat ini kita harus memulai mawas diri agar terhindar dari
pelecehan di media sosial, Ada beberapa untuk menghindari pelecehan seksual di media
sosial, yaitu :
Jangan Sembarangan Menerima Ajakan Pertemanan
Seringkali para wanita mudah menerima ajakan pertemanan dari pria tak dikenal, terutama
yang foto profilnya terlihat kece. Lebih baik kita batasi pertemanan dari sekarang. Jangan
takut dianggap sombong, karena ini untuk perlindungan diri kita sendiri. Dan ingat untuk
selalu mengecek profil dari orang yang mengajak berteman. Karena di khawatirkan ada
kejanggalan atau keanehan.
Menggunakan Fitur Privasi Akun
Gunakan fitur privasi agar foto kita tidak dapat diunduh orang lain. Kita harus waspada, jangan
sampai menemukan akun aneh dengan image “cewek murahan” yang menggunakan foto-
foto kita sebagai objeknya.
Janganlah Meng-upload Foto yang Mengundang
Banyak dari kita para kaum hawa suka berfoto ria dan mengupload semua foto-foto. Bahkan
di dalam kamar mandi atau kamar tidur sekalipun. Tidak sedikit bahkan yang berfoto dengan
pakaian minim, dengan memakai tank top atau selembar handuk, dan dengan pose yang
“mengundang”. Mungkin niatnya agar terlihat menarik di mata lawan jenis. Namun kita harus
sadar bahwa pose tersebut “mengundang” bahaya dari laki-laki hidung belang.
Ganti Pasword Secara Berkala
Lebih baik ganti akun kita minimal sebulan sekali. Ini untuk mengantisipasi jika akan ada orang
iseng yang berniat untuk meng-hack akun pribadi kita.
Jangan Ceritakan Kehidupan Pribadi di Media Sosial
Berhati-hatilah dalam membuat status, jangan mengumbar kehidupan pribadi kita. Terutama
kegiatan di mana keberadaan kita saat ini. Tentu sangat membahayakan apabila ada orang
yang berniat jahat kepada kita.
Oleh karena itu lebih baik kita mengantisipasi diri dari sekarang. Jangan tunggu hingga
pelecehan terjadi, dan apabila pelecehan tersebut terjadi jangan diam saja. Ceritakanlah pada
orang terdekat tentang hal yang baru saja di alami. Cara ini bisa membantu kita untuk
mendapatkan dukungan, sehingga pengalaman buruk tersebut tidak menjadi tekanan bagi
kesehatan mental. Dan jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena itu bukan salah kita.
Serta jangan takut untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib atau Komisi Nasional Anti
Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).
Bijaklah dalam menggunakan media sosial dan jadilah pengguna social media yang pintar dan
beretika.
Komentar
Posting Komentar