Kestabilan
serta pertumbuhan perekonomian dalam suatu negara merupakan salah satu permasalahan yang harus di hadapi
oleh semua negara di dunia tak terkecuali dengan
negara Indonesia. Perkembangan zaman yang terjadi dari masa ke masa amatlah pesat sehingga berpengaruh juga
terhadap kemajuan teknologi informasi, komunikasi,
dan perekonomian dalam era global saat ini. Melalui perkembangan teknologi semakin memudahkan masyarakat
dalam menyebarkan, memperoleh informasi, maupun berbelanja online
secara cepat dan mudah. E-commerce salah satu bentuk pengaruh besar dalam ekonomi
Indonesia, E-commerce adalah perdagangan elektronik yang menyebarkan, memasarkan, dan menjual yang dilakukan melalui
media elektronik atau secara
pasti disebut berbisnis dalan sistem online. Terbentuknya E- commerce sendiri tidak pernah lepas atau
jauh dari sikap dan perilaku konsumen di Indonesia
yang menginginkan semuanya terjadi dalam waktu cepat dan instan hanya dengan menggunakan smartphonesaja dan bisa dimanapun dan kapanpun, perilaku masyarakat inilah yang rupanya dapat membawa
keuntungan bagi beberapa pihak produsen
yang bisa berniaga tanpa harus mendirikan toko dan dengan mudahnya memasarkan produk atau jasa di era modern
saat ini.
Perkembangan bisnis e-commerce ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Semangkin banyak pelaku bisnis (produsen) yang berkotribusi mendorong
penawaran produk maka semangkin banyak pula barang dan jasa yang diperdagangkan secara online, sehingga akan semangkin besar juga potensi
transaksi yang akan terjadi. Pengaruh
e-commerce terhadap pertumbuhan ekonomi sangat erat kaitannya terlibat dalam PDB (produk domestik bruto) yang sangat
umum digunakan untuk mengetahui pertumbuhan
ekonomi dari tahun ke tahun, salah satu bentuk dari e-commerce di Indonesia
yaitu aplikasi online shop seperti
Shopee, Lazada, Tokopedia, OLX, JD.id dan masih banyak lagi lainnya, jumlah
transaksi yang dihasilkan e-commerce disebutkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019 per bulannya bisa mencapai
Rp11 triliun sampai dengan Rp 13
triliun. Oleh sebab itu industri e-commerce mempunyai peluang yang cukup besar dan cerah sehingga bisa
dijadikan tulang punggung ekonomi digital Indonesia, tren belanja online ini diperkirakan akan terus meningkat.
Semangkin tingginya permintaan konsumen maka semangkin banyak juga keuntungan
yang diraih dan tentunya juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain
itu menyebabkan juga
investor optimis dan berani berinvestasi di pasar e-commerce Indonesia karena, menurut data dalam
laporan SIRCLO penjualan ritel e-commerce Indonesia
diperkirakan mencapai 15 miliar dolar Amerika atau setara dengan Rp. 210,8 triliun pada tahun 2018 akan terus
meningkat lebih dari empat kali lipat pada tahun ini diperkirakan menyentuh angka USD 65 miliar (Rp. 913,6 triliun).
Oleh karena itu e- commerce
diharapkaqn mampu menjangkau seluruh
wilayah di Indonesia, dan generasi milenial saat ini mampu memanfaatkan
sebaik mungkin wadah yang ada untuk menyalurkan jiwa bisnisnya dengan menciptakan ide kreatif yang mampu meningkatkan lebih tinggi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Akan tetapi
saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang memperjual belikan barang dagangan yang diimpor dari luar negeri khusunya Korea dan China maka
diharapkan Indonesia mampu menghasilkan produk
dalam negeri dengan kualitas produk yang baik dan bagus sehingga perdagangan produk lokal juga tidak kalah
dengan produk dari luar dan Indonesia juga
bisa mengekspor produknya ke luar negri agar produk Indonesia dikenal di
seluruh dunia.
http://www.kilasberita.id/pendidikan/pr-3202558001/pengaruh-aplikasi-bisnis-online- dalam-aspek-pertumbuhan-ekonomi-indonesia
Aliyyah Sahirah
Anggota Imaksi ITB Ahmad Dahlah

Komentar
Posting Komentar