Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berjalan lebih dari dua tahun lamanya. Hingga
sampai saat ini, pandemi tersebut belum juga berakhir. Dan masih kita rasakan dampaknya
yang luar biasa sampai sekarang ini. Termasuk pengaruhnya terhadap dunia pendidikan yang
masih menerapkan sistem belajar online. Meskipun, ada wacana bahwa kampus akan memulai
perkuliahan secara offline pada semester depan, Namun apabila kasus Covid-19 masih terus
melonjak naik, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menunda lagi wacana itu.
Akibat sistem kuliah online mahasiswa tentu dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan
mempunyai inisiatif dalam mengembangkan segala potensi dan wawasannya. Sedangkan pada
saat ini covid 19 memiliki varian baru yaitu seperti omicron yang sedang heboh-hebohnya pada
saat ini.
Keberadaan varian Omicron kini mulai mendominasi di Indonesia. Berdasarkan data
dari KEMENKES RI yang dihimpun pada 23 Januari 2022, jumlah kasus varian Omicron
sudah mencapai 1.406 kasus. Dengan aadanya virus omicron membuat sistem perkuliahan akan
ditunda lagi untuk memulai secara offline. Dari sisi positif kuliah daring memberikan lebih
banyak waktu dirumah untuk berkumpul bersama keluarga, bersama ayah, ibu, sodara, yang
membuat mahasiswa lebih dekat dan lebih akrab bersama keluarga dirumah, dan dengan waktu
luang tersebut mahasiswa dapat mengisi kegiatannya dengan berbagai hal seperti olahraga dan
banyak hal lainnya yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. Walaupun banyak waktu
luang di rumah, mahasiswa mulai jenuh dengan pembelajaran sistem daring. Karna
pembelajaran sistem daring sulit di mengerti belum lagi. Kebanyakan siswa kesulitan dalam
mengerjakan tugas dikarenakan tidak ada penjelasan-penjelasan awal dari dosen tentang tugas
yang dibebankan tersebut. Dan belum lagi banyak sekali mata kuliah pratikum yang harus
diajarkan langsung secara offline.
Komentar
Posting Komentar